Skip to main content

My Sister is My Priority 2019 - chapter 0 : prolog -





" hei... "
" Apa kalian memiliki adik perempuan? "
" Aaa... "
Aku melihat ke arah jam yang ada didinding kamarku dengan mata yang masih terasa begitu berat.
" Sudah jam 10 ternyata... " Kataku sambil mengusap mataku yang masih setengah terbuka.
" Abaaang... " Panggil seseorang dari lantai bawah.
" Kalo udah bangun, cepet turun... "
" Sarapan... "
Padahal baru saja niatku ingin melanjutkan tidurku karna hari sedang akhir pekan. Namun karena dia sudah memanggilku, aku tidak sanggup menolak.
Yaps... Dia... Adik perempuanku...
" Aku sudah masakin nasi goreng buat abang loh... "
" Iya, abang turun... " Jawabku sambil membuka pintu kamarku.
Berjalan menuju tangga, langkahku sempat berhenti saat kulihat adik perempuanku sedang berdiri dibawah tangga sambil menatap kearahku dengan sedikit wajah sedikit marah.
" Eh... Ada apa...? " Tanyaku bingung sambil meneruskan langkahku.
" Abang kupanggil panggil dari tadi, gak bangun bangun sih... " Jawabnya sambil cemberut.
" Ehehe... Soalnya ini hari sabtu sih... "
" Hmmm.... "
" Ya udah deh, ayo sarapan kalo gitu "
" Iya iya, Nadin " jawabku sambil tersenyum kecil.
Sesampai di dapur, terlihat dua porsi nasi goreng di atas meja makan yang belum tersentuh.
" Om Fajar belum sarapan juga ya " sembari duduk di meja makan.
" Ini jatahku sarapanku " jawabnya sembari duduk dan melihatku.
" Eh... Om Fajar berangkat lagi ya? "
" Iya, tapi pagi dia berangkat, katanya ada urusan kerja lagi... "
" Hee... Sibuk sekali ya dia minggu ini... "
Saat ini aku dan Nadin tinggal bersama pamanku yang masih belum menikah, walaupun begitu, beliau tetap tak pernah lelah mengasuh kami. Ya walaupun dia memiliki fetish yang aneh sih.
Dan ngomong ngomong soal fetish aneh...
Baru memulai suapan pertamaku, aku sudah dikagetkan dengan rasa asin yang begitu dinasi goreng yang kumakan.
" Emmm...!!! "
" Asiiin...!!! " Kataku reflek menutup mulutku.
" Aah... Kayanya aku kebanyakan kasih garem "
" Gak biasanya bisa salah gini "
" Sebenarnya aku sudah pake bumbu nasi goreng "
" Terus karna kurasa aku perlu tambahan bumbu sendiri...
" Ku tambah garam deh... Teehee " katanya sambil mengetuk kecil kepalanya.
" Kenapa mesti garam? " Tanya bingung.
" Ah... Ya sudahlah... " Lanjutku sambil menyuap kembali.
" Emmm... Asin... "
" Kalo gak enak ya gak usah dilanjut dong, " katanya sambil melihatku.
" Em... Gak apa apa... "
" Kamu kan sudah membuatkannya untukku..."
" Asiin... "
Selesai mengunyah nasi dimulutku, aku melihat ke arah wajahnya, dia yang tadinya masih agak bingung melihatku melanjutkan memakan nasi goreng yang asin itu, tiba tiba tersenyum kepadaku.
Dan itu membuatku...
" Ah... "
Merasa berdebar.
" Apa sih yang kupikirkan... "
Selesai menghabiskan sarapan, aku merasa sedikit gerah, dan itu membuatku ingin segera membasuh tubuhku.
" Kayanya aku mandi dulu deh... "
" Ah... Abang... " Potongnya.
" Iya? "
" Boleh gak aku mandi duluan... "
" Ah... Ya udah deh, tapi jangan lama lama ya, abang mulai gerah nih... " Kataku sambil berkipas dengan tangan.
" Gak... Gak lama kok... Tunggu ya " jawabnya
berjalan cepat ke luar dapur sambil tersenyum padaku.
Sembari menunggu, aku sedikit berpikir tentang apa yang ku rasakan beberapa waktu ini.
" Perasaan apa itu... "
" Terkadang... "
" Saatku melihatnya... "
Aku mulai merasa kalau ada yang aneh pada diriku.
" Abaaaang... " Kata Nadin dengan keras.
" Eh... !!! " Reflekku kaget.
" Iyaa??? "
" Kalo mau mandi abang, abang sudah bisa pake kamar mandinya... "
" Ah... Oke oke " berdiri dari kursiku.
" Mungkin dengan tidak memikirnya,.. "
" Aku bisa melupakan perasaan aneh itu... "
Begitulah pikirku, namun...
Saat aku membuka pintu kamar mandi...



" Na..Nadin... " Kata ku kaget lalu reflek membelakanginya.
" Kenapa kamu masih disini !!?? "
" Aku mau mandi bareng abang " katanya pelan dengan nada menggoda.

Inilah yang perlu ku kuatkan dalam diriku, untuk menjaga hubungan keluarga yang normal,
Dari adik perempuanku yang memiliki sindrom Brother Complex.

Comments

Post a Comment

Populer Post

My Sister is My Priority : chapter 01

My Sister is My Priority : chapter 03

My Sister is My Priority : chapter 14 [Vol.2]